kapitenpunyapedangpanjang’s posterous

Taskbar Pengambil Uang

@ ATM Mandiri YKPN Seturan
terlihat taskbar dengan tulisan-tulisan aneh

Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ujung Rawa

grabbed from unknown friend :)
*winda's cousin, I guess

Loading mentions Retweet

Comments [0]

Linggis - Lampung English

Gerbang SMA Negeri 2 Bandar Lampung

Loading mentions Retweet

Comments [0]

Dulu, Aksinya Begini..

Bangkit! Lawan Korupsi!

Loading mentions Retweet

Comments [0]

Kegiatan Lain di Tangga Darurat

entahlah 'kegiatan' apa? :d
grabbed from @sir_andika

Loading mentions Retweet

Comments [0]

Disconnected God

grabbed from @hermansaksono

Loading mentions Retweet

Comments [0]

Sarjana Transmigran

ditemukan di dinding toilet Pasar Seni Gabusan
#ngayogjazz 2009

Loading mentions Retweet

Comments [1]

Aku Ingin

AKU INGIN
 Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

 

*dengar, dan rasakan lebih

Loading mentions Retweet

Comments [0]

Ketupat Sayur Padang

sarapan dengan makanan sehat ini? abaikan diet!

*saya pinjam dari Flickr Jenz.

Loading mentions Retweet

Comments [0]

Tradisi


Sepertinya sudah menjadi tradisi kita untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara saat lebaran melalui mudik.
Mudik kali ini benar-benar `
mudik` bagi saya. Jalur darat ditempuh dan menyeberang pulaupun dilalui tepat saat puncak arus mudik.
Baru kali ini saya tersadar, jumlah pemudik yg disebutkan oleh media itu sungguh banyak. Dini hari saya terjebak macet di pintu masuk tol
Kanci, subuh terkena getah macet di cikampek selama 4 jam, dan saat ini saya sedang di Merak menunggu antrian masuk kapal, sudah 4 jam saya lalui dan masih blom naik kapal juga.

Kenapa bisa begitu? Penduduk Indonesia ini memang banyak sangat. Setiap tahun pasti mudik. Tetapi infrastruktur penunjang transportasi tidak banyak yang ditambah. Hanya dipoles untuk sekadar perbaikan. Jangankan realisasi jembatan penyeberangan Merak-Bakauheni, kapal RORO (ferry) saja tidak ditambah. Usia kapal-kapal pengangkut tersebut lebih tua dari usia saya.

Jogja-Bandar Lampung yang normalnya ditempuh jalur darat 20jam, mungkin pada mudik 15 tahun yang akan datang menjadi 40jam jika
pemerintah tidak berbenah.  Suka tidak berbenah, mungkin tradisi juga.
Ahh, ini hanyalah keluh saya atas kemacetan mudik selama total 10jam waktu saya terbuang percuma. Semoga tidak menjadi kenyataan.
Selamat mudik untuk semua. Selamat Idul Fitri bagi yang merayakan. Mohon maaf lahir & batin.

*Merak, 4 jam untuk menunggu berlabuh,bosan sangat*


--
Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value. ~Albert Einstein
-- http://alle.wordpress.com --

Loading mentions Retweet

Comments [1]